![]() |
| Pembukaan DAD PK IMM Jenderal Soedirman (doc. Medkom/PK IMM Jenderal Soedirman) |
Ketua Panitia, Salsabil Cahya Risti Maulidya, menyebut dipilihnya tema ini adalah untuk membentuk kader ikatan aktif, humanis, dan militan.
"Meningkatkan ideologi kader supaya rasa kepemilikan mereka dengan ikatan itu ada, menyadarkan bahwa kita masuk ikatan bukan hanya untuk menjadi kader yang pasif tapi juga aktif. Humanis ingin membentuk kader menjadi makhluk sosial yang baik dan peka terhadap isu-isu sosial yang ada, peka terhadap lingkungan sekitar Kemudian militan ingin menumbuhkan rasa semangat tinggi dalam diri mereka terutama ketika mereka menjadi kader." ucap Salsa
6 pemateri yang tampil mengisi sesi yaitu: Ners. Fachriza Luqman, S.Tr.Kep (Ke-Islaman); Burhan Khoiruddin, S.Ag (Ke-Muhammadiyahan); Burhan Rabbany (Ke-IMMan); Rizqi Ulin Nuha, S.Psi (Manajemen diri); Haikal Nabil, S.Sos (Analisis Sosial); dan Nova Putraku Bintang (Pergerakan Mahasiswa).
Diikuti oleh 16 peserta, DAD PK IMM Jenderal Soedirman turut menerima peserta dari komisariat lain, seperti dari Komisariat Al-Faruqi dan Komisariat Paripatetik (UIN Walisongo), Komisariat Ibnu Sina (Universitas Diponegoro), dan Komisariat Averroes (Politeknik Kesehatan Semarang).
Ketua Umum PK IMM Jenderal Soedirman, Annas Albara, berharap supaya ilmu yang didapat selama DAD dapat diterapkan di masyarakat.
“Setelah teman-teman mendapatkan teori selama 3 hari di sini, harapannya dapat diaplikasikan di masyarakat, dan menjadi kader yang militan, kader yang tangguh, kader-kader yang dapat berkontribusi pada ikatan ataupun persyarikatan."
Adapun Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan DAD tahun ini adalah dengan berpartisipasi langsung dalam aksi sosial di tengah masyarakat.
Redaksi

0 Komentar
Tinggalkan jejakmu untuk kami~