![]() |
| Bendera Indonesia (doc. freepik: slon.pics) |
Indonesia, ternyata namanya tidak berasal dari usulan orang Indonesia sendiri. Nama Indonesia yang sekarang sudah terkenal luas merupakan sebuah usul dari pakar Etnologi asal Inggris, George Samuel Windsor Earl.
Melalui
majalah ilmiah tahunan terbitan Singapura, Journal of the Indian Archipelago
and Eastern Asia (JIAEA) yang dikelola oleh James Richardson Logan. Pada volume
IV tahun 1850, Earl mengusulkan supaya wilayah kepulauan Nusantara diberi nama
tersendiri.
Kala
itu kepulauan Nusantara masih bernama Nederlandsch-Indie yang berarti Hindia
yang menjadi milik Belanda. Alasan penamaan “Hindia” masih belum diketahui
secara pasti penyebabnya. Padahal kala itu letak teritorial dan kultural,
wilayah Indonesia lebih dekat dengan semenanjung Malaya (Melayu). Sementara
Eduard Douwes Dekker (Multatuli) lewat bukunya yang berjudul De Koloniën in de
Oost (Insulinde) tahun 1860 menyebut istilah “Insulinde” untuk menamai
kepulauan Hindia.
Earl
menghimbau untuk tidak menggunakan nama Hindia, sebab hal tersebut dirasa rancu
dan sering tertukar dengan penyebutan wilayah lain. Sebagai saran, Earl
mengusulkan dua nama: Indunesia atau Malayunesia. Earl lebih condong memakai
Malayunesia, sedangkan JR Logan lebih memilih nama Indunesia. Huruf “U” dalam
“Indunesia” kemudian mengalami perkembangan dan berganti menjadi “O” sehingga
terciptalah Indonesia.
Nama
Indonesia kemudian dipopulerkan oleh seorang etnolog Jerman, Adolf Bastian, tahun
1884. Bastian menyebutkan kata Indonesia dalam karyanya yang berjudul:
Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipels dan Die Volkev des Ostl
Asien (1884). Menurut 2 buku ini, Indonesia yang dimaksud lebih merujuk pada
gugusan pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Borneo (Kalimantan), Celebes
(Sulawesi), Molukken (Maluku), Timor, hingga Flores. Bastian menyebut Indonesia
dalam bukunya sebagai satu kesatuan kepulauan Nusantara yang berumpun Melayu.
Nama
Indonesia mulai dipromosikan
Pasca
kemerdekaan, Belanda masih saja menggunakan nama Nederlandsch-Indië dalam
berbagai perundingan dan dokumen diplomatik, hingga akhirnya mengakui kedaulatan
Indonesia pada 27 Desember 1949. Lalu dari mana nama Indonesia mulai dikenal?
Mohamad
Hatta dalam Kongres Demokrasi di Bierville, Perancis, mulai mempopulerkan nama
Indonesia dalam pidato pelantikannya sebagai ketua PI. Nama Indonesia mulai
dikenal bersamaan dengan prinsip organisasi PI yang mengutuk penjajahan dan
menyatakan dukungan perjuangan bagi semua bangsa menuju kemerdekaan. Tidak
hanya di Perancis, Hatta juga memperkenalkan nama Indonesia lewat berbagai kesempatan
lain, seperti di Jerman, Brussel (Belgia), dll.
Pada
1924, nama Indonesia mulai digunakan pasca terbitnya koran Indonesia Merdeka
milik Perhimpunan Indonesia. Kemudian diakui secara nasional lewat ikrar Sumpah
Pemuda 28 Oktober 1928, dan terus digaungkan hingga Proklamasi Kemerdekaan 17
Agustus 1945.
Melihat perkembangannya saat ini, dapat disimpulkan bahwa nama "Indonesia" merupakan temuan linguistik-sosiologis yang terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan. Asal-usul mengenai nama Indonesia ini juga bisa kamu baca di buku “Mohammad Hatta: Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1927-1977) pada bab Tentang Nama Indonesia.
Penulis: Aisha Veranda Kartika (Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan)

0 Komentar
Tinggalkan jejakmu untuk kami~