Rumah yang tak ada di peta

Oleh: Nazmi

lustrasi seorang laki-laki berdiri dengan background abstrak (doc. Pixabay/RosZie)


Langkah menyelusuri jalan yang sunyi

Angin malam menyelimuti segala gema

Dan mata melirik hening yang menepi

Hingga aku duduk bersamanya 


Diluar aku menemukan rasa yang membalut diri

Kopi yang tak pernah tau rasanya pahit

Serta teman yang tak menanyakan luka

Yang membuatku menanggung segalanya seorang diri


Aku pernah mencarinya diantara lorong-lorong jalan kota

Di bawah lampu yang melukis gemerlapnya malam

Sesuatu yang kudapat hanyalah ketenangan semata

Yang berjalan berdampingan dengan perasaan yang dalam


Sejauh apapun perasaanku berkutat

Langkahku selalu mengantarkanku 

Pada sebuah tempat yang kusebut

“rumah”


Rumah bukanlah bangunan semata

Lebih dari itu melibatkan perasaan 

Yang bersemayam bersamaku ketika sunyi

Dan menerimaku tanpa syarat


Pada akhirnya aku menyadari arti sebuah ketenangan 

Ternyata ketenangan itu slalu menungguku

Panggilan jiwa yang memanggilku dengan lirih

Di balik pintu yang mengikatku dengan rindu.

Posting Komentar

0 Komentar